Jumat, 17 Desember 2010

Cara Sehat Mengolah Sayuran

Cara Sehat Mengolah Sayuran

Jakarta - Suka lalapan atau sayur tumis? Masakan sayuran memang terlihat mudah dan praktis juga kaya variasi. Dengan memahami cara benar mengolah sayuran, ternyata banyak nutrisi yang bisa diselamatkan. Tentu saja supaya manfaat maksimalnya bisa kita rasakan!

Banyak ahli gizi menganjurkan untuk makan sayuran segar atau mentah agar mendapatkan manfaat nutrisinya lebih optimal. Namun, tidak semua orang bisa mengkonsumsi sayuran mentah. Cara aman untuk mengkonsumsinya adalah dengan dimasak.

Sveta Bhassin, ahli gizi dari Mumbai menyatakan: "Mengkonsumsi makanan tidak hanya sebagai penambah kalori, tetapi juga sebagai kebutuhan untuk tumbuh kembang, memelihara dan memperbaiki jaringan tubuh, juga untuk mencegah dari berbagai penyakit."

Agar sayuran bisa dimanfaatkan secara optimal nutrisnya, coba ikuti tips prkatis berikut ini:

Merebus: Merebus sayur adalah cara yang paling tidak dianjurkan karena resiko nutrisi hilang   sangat besar. Jika harus merebus, masukkan sayuran hanya setelah air mulai mendidih dan masaklah sesingkat mungkin.
Biarkan air mendidih selama kurang lebih 2 menit hingga oksigen berkurang. Oksigen dalam airlah yang menyebabkan vitamin C dalam sayuran menguap.
Jangan pernah merebus langsung sayuran  mulai sejak air dingin.  Karena  kadar vitamin C , akan berkurang 10 hingga 12 kali lipat.

Menumis: Ini salah satu cara cepat memasak sayur di atas penggorengan. Tapi ingatlah, ketika memasak sayur dengan minyak, vitamin larut dalam lemak mungkin berakhir bersama minyak. Ada baiknya jangan anda buang minyak tersebut.

Mencuci sayuran: Sebagian besar sayuran terkena pupuk dan pestisida. Cuci sayuran di bawah air mengalir hingga bersih. Kemudian potong dan masak sesuai selera.
Hindari zat asam pada sayuran. Sayuran berdaun hijau tidak boleh dimasak dengan campuran zat asam. Seperti, air jeruk nipis atau campuran asam lainnya, karena nutrisi sayuran bisa hilang.

Gunakan bawang: Selalu gunakan bawang disetiap masakan, sebab bawang kaya akan sumber quercetin, yang merupakan fitokimia  penting dan juga mengandung antioksidan yang baik bagi tubuh. Berilah bawang secukupnya pada masakan sebaiknya bawang yang telah dikupas dan dipotong diamkan selama 10 menit sebelum  digunakan. Cara ini untuk  mendapatkan khasiat pada bawang sebagai oksidasi.

Susu: Jika memakai susu sebagai pengganti santan,  rebus dahulu selama 10 menit hingga mendidih, agar bakteri dan kumannya mati. Kemudian masukkan sayuran dan rebus hingga layu.

Wajan: Perhatikan wajan yang anda gunakan. Jangan menggunakan wajan yang dilapisi oleh cat dan hiasan, sebab kandungan cat dapat meguap dan larut dalam makanan yang bisa berakibat gangguan pencernaan.

Pyrex dan Stainless steel: Selalu gunakan alat masak yang berbahan anti karat.  Hindari pemakaian bahan almunium, karena kandungan almunium dalam jangka panjang dapat mempengaruhi sistem kerja otak.
Odilia Winneke - detikFood

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar